Oleh: Nathanael Channing
Liturgi Natal
(+) : Berdiri (-): Duduk
I. Prosesi:
(-) 1. Penatua, Pendeta dan Orang Majus memasuki ruang Ibadah
(-). 2. Duet - (Diiringi oleh Piano).
"S'lamat-S'lamat Datang. KJ. 123. R.30.
S'lamat - s'lamat datang Yesus Tuhanku
yang turun dari Sorga yang rumah-Mu
S'lamat - s'lamat datang-Mu di dalam dunia
Tuhan jadi sama dengan mannusia, salam-salam
Jemaat Menyambut:
Orang Majus datang 'nurut Bintangnya
Hendak mencari Tuhan dan menyembah
Mas, kemenyan dan mur dipersembahkannya
Akan hormat Raja dan Juru s'lamatnya, salam-salam
(Penyerahan Alkitab, Pendeta ke Mimbar, Orang Majus mencari-cari Anak yang baru lahir - Jalan-Jalan disekitar Jemaat)
Narrator: (Diiringi Piano dan Biola) - Pujian S'lamat-S'lamat Datang
Lelah... Letih... Lesu tubuh mereka...
yaa... mereka yang datang dari jauh.....
Namun, muka mereka menampakkan semangat yang tak putus asa,,,,
Mata mereka bersinar-sinar terus menatap ujung-ujung bumi....
Telinga terus menganga untuk menangkap berita sorga...
hati dan pikiran terus menggelora ....
'tuk segera menemukan Bayi - Sang Juruselamat...
Kaki tak akan pernah tinggal diam, 'tuk melangkah....
yaa... terus melangkah... sampai menatap Sang Juruselamat...
(Orang Majus berjalan menuju ke mimbar + Jemaat Berdiri)
Jemaat Menyambut:
Datang orang Majus ikut bntang-Nya,
membawa pemberian dan menyembah
Yang dipersembahkan: kemenyan, emas dan mur
Pada Jurus'lamat mereka bersyukur, salam-Salam
II. Votum Salam dan Introitus Dalam Hikayat Natal
(+). 1. Votum Salam
"Pertolongan kita adalah dari Tuhan, yang telah menjadikan langit dan bumi"
Salam damai sejahtera, kepada Saudara sekalian, di dalam nama Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus. Amin
(+). 2. Pujian Jemaat: Amin, Amin, Amin
(-). 3. Introitus
A. Narrator I - Orang Majus 1:
"Kemuliaan Bagi Allah di tempat yang mahatinggi, dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya"
B. Pujian Jemaat.
"Kesukaan Yang Ceria". KJ. 3 - PPK.24:1
Kesukaan yang ceria, hanya ada pada-Mu
khalik alam yang setia pohon suka yang teguh
Trang-Mu menembuskan hati, mengenyahkan awan g'lap
Yang mencari mendapati, dalam Dikau t'rang tetap
T'rang dan warna beribuan, mengilaukan indah-Mu
yang menghibur sekalian, yang kuatir mengeluh
Atas sayap kesukaan, kamipun Kau naikkanlah
Jauh di atas kedukaan keterang-Mu yang cerah
Kesukaan yang ceria, hanya ada pada-Mu
khalik alam yang setia pohon suka yang teguh
T'rang-Mu menembuskan hati, mengenyahkan awan g'lap
Yang mencari mendapati, dalam Dikau t'rang tetap
C. Narrator II - Orang Majus 2:
"Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi. Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin yang akan menggembalakuan umat-Ku, Israel".
D. Pujian Jemaat:
"Gita Sorga Bergema" KJ. 99:1-3
1. Gita sorga bergema, lahir Raja mulia!
Damai dan sejahtera turun dalam dunia
Bangsa-bangsa, bangkitlah dan bersoraklah serta,
permaklumkan Kabar Baik: Lahir Kristus, t'rang ajaib!
Gita sorga bergema, "Lahir Raja mulia!"
2. Yang di sorga disembah, Kristus, Raja yang baka,
lahir dalam dunia, dan Maria bunda-Nya
Dalam daging dikenal, Firman Allah yang kekal;
Dalam Anak yang kecil, nyatalah Imanuel!
Gita sorga bergema, "Lahir Raja mulia!"
3. Raja Damai yang besar, surya Hidup yang benar,
Menyembuhkan dunia, dinaungan sayap-Nya
Tak memandang diri-Nya, bahkan maut dit'rima-Nya
Lahir untuk memberi hidup baru abadi!
Gita sorga bergema, "Lahir Raja mulia!"
E. Narrator III - Orang Majus 3:
"Inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan".
F. Narrator IV - Orang Majus 1,2,3:
"Marilah kita pergi ke Betlehem, untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita".Lalu mereka menjumpai Maria dan Yusuf dan Bayi itu, yang sedang berbaring dalam palungan. Ketika mereka melihatnya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu...."
G. Pujian Jemaat: "Hai Mari Berhimpun" KJ. 109:1- R. 39:1
Reff:
Sembah dan puji Dia 2X
Sembah dan puji Dia, yang Raja
1. Hai mari berhimpun dan bersukaria,
turut semua ke Betlehem.
Marilah pandang Tuhan bala sorga.
3. Demi kita ini Ia sudah lahir
Peluk Dia dalam iman teguh:
cinta kasih-Nya patut kita balas
III. (-). Pembacaan Firman Tuhan
1. Matius 2:1-12; Matius 2:11
2. Pujian Jemaat: Haleluya, Haleluya, Haleluya
IV. (-). Kotbah Natal
Tema: "Emas, Kemenyan dan Mur"
V. (-). Saat Teduh - Solo "Christmas Isn't Christmas"
Christmas isn't Christmas
till happens in your heart
some where deep in side you
I where Christmas really starts
so give your heart to Jesus
you'll discover when you do
that is Christmas, really Christmas for you
Jesus brings warmth like a winter fire
a light like a candle's glow
He's waiting now to come inside
as He did so long ago
Jesus brings gifts of truth and life
and makes them, bloom and grow
so welcome Him with a song of Joy
and when He comes you'll know
that Christmas, really Christmas
Christmas really Christmas, for you
VI. (+) 2. Pengakuan Iman Rasuli (Dinyanyikan dengan R. 77:1-3)
Ku percaya Allah Bapa, Maha kuasa dan benar
Khalik langit , laut dan bumi seg'nap dunia besar
Oleh rahmat-Nya ku ada pengharapanku teguh
Karna Bapa menentukan perjalanan hidupku
Ku percaya Yesus Kristus, Ia anak tunggal-Nya
Tuhan dan kepala kami, Allah dan manusia
Yang telah kena sengsara, mati dan dikuburkan
Bangkit lalu naik ke Surga, memegang Kerajaan
Ku percaya dan ku mohon Roh Kudus kesungguhan
Yang mengurniai Gereja hidup dan persatuan
Usir hikmat duniawi, roh penduasta dan benci
B'ri Gereja bersekutu dan percayanya jernih
VII. (-). Persembahan Natal - Dijalankan oleh 3 Orang Majus
Narrator V:
Mas, kemenyan dan mur.... itulah yang terbaik bagiku....
Ku bawa bagi Kristus, Sang Juruselamat...
Sekalipun, bukan mas, kemuenyan dan mur yang kuberikan....
Itu hanya pertanda cerminan dan pancaran hatiku....
yaaa hati yang mau mengasihi Tuhanku....
Kar'na Dia terlebih dahulu mengasihi ku....
Dia telah turun dari Sorga...
Meninggalkan kemuliaan-Nya....
'tuk hidup dalam dunia yang penuh derita sengsara....
keterbatasan dan penderitaan menjadi bagian hidup-Nya....
bahkan, naya-Nya dipertaruhkan untuk engkau dan aku...
Mereka membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur..."
Apa yang engkau dan aku bawa kepada-Nya.....
Sambutan Jemaat: "Gita Sorga Bergema" KJ. 99
Gita sorga bergema, "Lahir Raja mulia!"
Damai dan sejahtera, turun dalam dunia
Bangsa-bangsa bangkitlah dan bersoraklah serta
permaklumkan Kabar baik: Lahir Kristus, T'rang ajaib!"
Gita Sorga bergema, "Lahir Raja mujlia!"
Yang di sorga disembah, Kristus Raja yang baka
lahir dalam dunia dan Maria bunda-Nya
Dalam daging dikenal, Firman Allah yang kekal
dalam Anak yang kecil, nyatalah Imanuel!
Gita sorga bergema, "Lahir Raja mulia!"
Raja Damai yang besar, Surya Hidup yang benar,
menyembuhkan dunia, di naungan sayap-Nya
tak memandang diri-Nya, bahkan maut dit'rima-Nya
lahir untuk memberi, hidup baru abadi!
Gita sorga bergema "Lahir Raja mulia!"
(+). Doa Persembahan
VIII. Pengutusan
(+). 1. Arahan Pengutusan
P: Arahkanlah hatimu kepada Tuhan
J: Kami mengarahkan hati kami kepada Tuhan
P: Jadilah saksi Kristus dan tebarkan Damai Sejahtera-Nya
J: Kini dan selamanya
(+). 2. Berkat
P: Dengan Damai Sejahtera Natal....
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. Amin
(+). 3. Pujian Jemaat: "Muliakanlah" - KJ. 100; R. 29.
Muliakanlah, muliakanlah
Tuhan Allah, Tuhan Allah, Mahatinggi.
Damai sejaht'ra, turun ke bumi.
Bagi orang, kesudian Allah.
Muliakanlah, Tuhan Allah. 2X.
Damai sejaht'ra turun ke bumi. 2X.
Bagi orang, bagi orang kesudian Allah.
Bagi orang, kesudian Allah, kesudian Allah.
Muliakanlah, muliakanlah.
Tuhan Allah, Tuhan Allah Mahatinggi.
Damai sejaht'ra, turun ke bumi.
Bagi orang kesudian Allah.
Amin, Amin.
(-). SAAT TEDUH
Catatan:
Dari awal sampai akhir terus diiringi musik + biola, kecuali doa dan kotbah, sehingga liturgi ini mengalir terus dari awal sampai akhir.