Gereja Sarimulyo yang terkenal adem ayem hari ini tercoreng oleh karena adanya kejadian pertumpahan darah. Hal tersebut bertambah menegangkan karena pihak kepolisian yang sudah disiagakan oleh polwil tidak dapat berbuat banyak sedangkan peristiwa tersebut berulang-ulang terjadi kurang dari 50 meter di hadapan mereka. Selidik punya selidik barulah diketahui para penegak hukum itu tidak berdaya karena yang melakukan pertumpahan darah adalah para petugas PMI. Mereka memang sengaja didatangkan oleh komisi Pemuda dalam rangkaian acara Paskah dan HUT gereja. Sebanyak 45 orang ikut berpartisipasi dalam acara ini. Diantaranya pak pendeta, pembina pemuda, pembina remaja, para majelis, para pemuda, koster, warga jemaat dan masyarakat sekitar. Bahkan terlihat diantaranya adalah kaum adiyuswo yang dengan gagah dan tidak sungkan menyisingkan lengan baju di depan "sang penumpah darah". Setelah diambil darahnya, para donor diberi 1 set makanan dan obat pemulih darah. Usai itu masih disediakan makan bakmoy prasmanan oleh komisi Pemuda. Bakmoy tersebut dimasak oleh tukang masak kenamaan GKJ Sarimulyo. Siapa lagi kalau bukan pak pendeta Dwi Eddy Nugroho. Hingga berita ini diupload ke domain gratisan 110mb.com, peristiwa pertumpahan darah masih berlangsung dengan serunya. Teriakan histeria kadang mencuat dari penonton (hanya di Sarimulyo donor darah ada supporternya) yang tidak kalah banyak makan bakmoy dibanding pendonor.
Terima kasih para petugas PMI, kami tunggu kedatangan anda 3 bulan lagi. Lebih lanjut dengan PMI di http://pmi-jakarta.org/