On Site hari Selasa, 24 Juni, pukul 16.30 beberapa pemuda dengan sepeda kebanggaannya sudah berkumpul di depan gereja Sarimulyo. Diantaranya terlihat kang Poer dengan WimCycle Vulcan, mbak Nirma dengan blue Vulcan, mas Cahyo dengan Fongers Onta, mas Seto dengan Giant, mbak Desi dengan All Gear, mbak Tatik UKDW memakai Schwinn mas Arex, juga beberapa lainya ada BMX, City bike, Polygon dan lainnya.
On On pukul 17.00 rombongan segera mengayuh sepedanya ke arah barat melalui jalan Monjali - Tugu - Malioboro - Purawisata - Pasar Telo - Giwangan - Alun2 Kotagedhe dengan fore raider mas Cahyo dan mas Arex sebagai sweeper. Di alun-alun peserta rehat sejenak minum jahe diselingi makan lontong opor dengan lauk sate sapi. Setelah ngobrol ngalor-ngidul dengan backsound mp3 dari HP kontingen night rider segera nggenjot sepedanya masing ke arah timur lalu utara melewati Rejowinangun - Gowok - Timoho - IAIN - Andi offset - selokan - jogja chicken - Balai Desa Manggung - Ringroad - Gereja Sarimulyo.
Tidak dijumpai masalah yang cukup berarti bahkan para rider woman yang pada awalnya diragukan kemampuannya ternyata cukup tangguh di perjalanan. Mbak Desi yang memakai sepeda One All Gear malah selalu memimpin di depan. Mbak Nirma malah sempat bersepeda extra mengembalikan kepada yang empunya (pinjaman toh?), sementara yang lainnya leyeh-leyeh di cakruk sehabis rally selama 3 jam.
Buat mas Cahyo dan mas Arex (Arie) selamat, anda telah memulai suatu tradisi yang baru di GKJ Sarimulyo, tantangan terberat adalah bagaimana caranya mempertahankan tradisi yang baik dan menyehatkan. Salam Sejuta Sepeda (Slogan Bike to Work).
Kang Poer & Mbonk----